"Teman-teman kelas menengah ini terlalu kaya untuk diberi bansos, tetapi terlalu miskin untuk disebut hidup layak. Ini yang kami usulkan harus diberi scaffolding, bantalan supaya tingkat ekonomi mereka jangan jeblok lagi,” ujar Hizkia.
Penguatan akses pembiayaan bagi ekraf menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Dengan dukungan pembiayaan dan ekosistem usaha yang lebih kuat, industri kreatif diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan lapangan kerja sekaligus menopang konsumsi masyarakat kelas menengah.
Pembahasan mengenai pemanfaatan blockchain tersebut selanjutnya akan dibawa dalam Simposium Nasional "Ekosistem Koperasi Urban Berbasis Blockchain: Strategi Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kelas Menengah Kreatif Perkotaan" yang digelar pada 30 September 2026.
Forum tersebut diproyeksikan mempertemukan sekitar 300-400 pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan ekosistem ekonomi berbasis koperasi, teknologi blockchain, dan kelas menengah kreatif perkotaan.