NADIKABAR.COM β€” Kementerian Ekonomi Kreatif resmi membuka World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 dengan tema mendorong kolaborasi dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dengan memastikan seluruh pelaku memiliki akses yang setara terhadap peluang dan manfaat ekonomi.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam pembukaan WCCE 2026 di Jakarta, Rabu, mengatakan inklusivitas menjadi salah satu prinsip utama dalam pengembangan ekonomi kreatif, baik di tingkat nasional maupun global.

Menurut dia, kreativitas dapat menjadi jembatan untuk mengatasi perbedaan ekonomi dan budaya sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak pihak untuk berkembang.

β€œDari awal, WCCE telah memiliki visi yang sama untuk mengembangkan kolaborasi internasional dan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” kata Riefky.

Ia menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif perlu memastikan setiap orang memperoleh akses yang sama terhadap peluang, sehingga manfaat pertumbuhan sektor tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, WCCE 2026 mengusung semangat collective continuity atau keberlanjutan kolektif, yakni meneruskan nilai, kepercayaan, dan identitas budaya melalui kolaborasi lintas negara dan generasi.

Riefky menjelaskan, konferensi ini juga menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan ekonomi kreatif untuk menyampaikan perspektif, bertukar pengalaman, dan merumuskan arah pengembangan sektor kreatif ke depan. Gagasan yang dibahas diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem yang lebih terbuka dan memberdayakan komunitas.

Menurut dia, visi ekonomi kreatif ke depan perlu mencakup pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan untuk memperkuat kreativitas manusia, penerapan praktik sirkular dan regeneratif untuk mendukung keberlanjutan, serta perlindungan kekayaan intelektual agar pencipta memperoleh nilai ekonomi yang lebih adil.