4. Terowongan Lembah Anai II – Sumatera Barat (1890–1891)

Terowongan sepanjang sekitar 200 meter ini melengkapi jalur Lembah Anai yang dikenal memiliki medan curam. Pada kawasan yang sama, perkembangan perkeretaapian juga melibatkan penggunaan teknologi rel bergigi untuk menghadapi tanjakan pegunungan.

5. Terowongan Kupitan – Sumatera Barat (1892–1894)

Terowongan sepanjang sekitar 600 meter ini berada pada lintas Muara Kalaban–Padang Sibusuk. Pembangunannya berkaitan dengan pengembangan jaringan perkeretaapian Sumatera Barat untuk mendukung pengangkutan komoditas dan hubungan antarkawasan.

6. Terowongan Lubang Kalam – Sumatera Barat (1892–1894)

Dibangun pada jalur Sawahlunto–Muara Kalaban, terowongan sepanjang sekitar 828 meter menurut dokumen nominasi UNESCO ini memiliki hubungan erat dengan sejarah pertambangan Ombilin. Jalur kereta api menjadi bagian dari sistem pengiriman batu bara dari pedalaman Sumatera Barat menuju Pelabuhan Emmahaven, kini Teluk Bayur, untuk perdagangan internasional.

7. Terowongan Garahan – Jawa Timur (1901–1902)

Terowongan sepanjang sekitar 113 meter ini berada di kawasan pegunungan pada lintas Jember–Banyuwangi. Keberadaannya menjadi bagian dari pembangunan jaringan rel yang menghubungkan wilayah timur Pulau Jawa melalui medan berbukit.

8. Terowongan Mrawan – Jawa Timur (1901–1902)

Memiliki panjang sekitar 690 meter, Mrawan dibangun di kawasan Gunung Gumitir. Pengerjaannya dilakukan dari dua arah untuk membuka jalur melalui kawasan pegunungan yang menjadi penghubung Jember dan Banyuwangi.