Buku-buku itu berpindah tangan, dipinjam bergilir, diperbincangkan di kelas dan kantin kampus. Begitu diangkat ke layar lebar, penonton berbondong-bondong kembali ke toko buku.
Nyaris seluruh judul yang viral kala itu adalah bacaan remaja dan dewasa muda. Bacaan anak jarang terseret arus yang sama. Ironis, sebab anak-anaklah yang paling membutuhkan kisah yang dekat dengan dunia mereka.
Di era kini, Na Willa layak mendapat perhatian betapa sebuah buku bisa viral itu perlu upaya. Buku karya Reda Gaudiamo, Na Willa, pertama kali terbit pada 2012 dan baru terkenal luas setelah dialihwahanakan ke layar lebar oleh sutradara Ryan Adriandhy dan tayang pada musim Lebaran 2026. Kisah gadis cilik di sebuah gang di Surabaya era 1960-an itu menembus satu juta penonton.