Sebagai koperasi, keberhasilan KDKMP tidak cukup diukur dari gerai yang dibuka, barang yang tersedia, atau omzet yang tercatat. Ukuran utamanya adalah partisipasi aktif anggota dan manfaat ekonomi nyata yang mereka terima.

Sebab koperasi bekerja dengan logika perusahaan yang berbeda. Koperasi bukan capital-driven enterprise, melainkan people-driven enterprise.

Kekuasaan tidak ditentukan oleh besarnya modal, tetapi oleh kesetaraan anggota melalui prinsip satu orang satu suara. Orientasinya bukan semata profit maximization, melainkan benefit maximization bagi anggota.

Oleh karena itu, KDKMP tidak boleh berhenti sebagai toko baru di desa. Tapi harus berkembang menjadi agregator permintaan sekaligus agregator produksi masyarakat.

Kebutuhan anggota dikonsolidasikan untuk membentuk daya beli kolektif, sementara produksi petani, nelayan, peternak, perajin, dan UMKM dihimpun untuk membangun daya tawar kolektif.