Namun, tidak semua kucing diciptakan sama. Mereka juga memiliki perbedaan kepribadian. Faktor ini juga memengaruhi kecenderungan mereka terhadap manusia.
Dalam studi percontohan pada 2022 bertajuk "Sociality of Cats toward Humans Can Be Influenced by Hormonal and Socio-Environmental Factors: Pilot Study" dalam jurnal Animals, orang-orang diundang untuk duduk di kafe kucing atau pusat penyelamatan dan menghabiskan waktu bersama kucing selama dua jam yang menyenangkan. Para peneliti memantau perilaku kucing dan menganalisis sampel urin mereka.
Mereka menemukan kucing jantan dengan kadar testosteron lebih rendah dan kucing jantan yang telah hidup bersama manusia sejak usia muda lebih ramah. Ini menunjukkan, setidaknya pada kucing jantan, hormon dan pengalaman hidup di usia dini memainkan peran besar dalam apakah mereka akan mendekati seseorang atau tidak.
Selain itu, selama ini kucing dikenal sebagai hewan penyendiri, padahal ada banyak dari mereka yang memang memilih berada di dekat manusia. Dalam sebuah studi terhadap 50 kucing yang tinggal di rumah dan penampungan, mayoritas dari mereka memilih ditemani manusia daripada makanan dan mainan.
Studi tersebut berjudul "Social interaction, food, scent or toys? A formal assessment of domestic pet and shelter cat (Felis silvestris catus) preferences" dan diterbitkan dalam jurnal Behavioural Processes.