Adaptive Cruise Control, misalnya, dapat menyesuaikan kecepatan kendaraan untuk menjaga jarak tertentu dengan mobil di depan. Ada pula Lane Centering Assistance yang membantu mempertahankan posisi kendaraan di tengah lajur.

Meski begitu, pengemudi tetap harus memantau jalan dan siap mengambil alih kendali kapan pun diperlukan.

3. Membantu mendeteksi area yang sulit terlihat

Titik buta menjadi salah satu tantangan ketika berpindah lajur. Pengemudi tidak selalu dapat melihat kendaraan yang berada di area tertentu di samping atau belakang mobil.

Fitur Blind Spot Warning dapat memberikan peringatan ketika kendaraan lain terdeteksi di area tersebut. Pada sistem yang lebih canggih, Blind Spot Intervention bahkan dapat memberikan input pengereman atau kemudi untuk membantu mencegah kendaraan berpindah lajur ketika ada risiko tabrakan.

Fitur ini semakin relevan di jalan yang padat, terutama ketika kendaraan harus berpindah lajur berkali-kali.

4. Standar keselamatan mobil semakin berkembang

Perkembangan ADAS juga tidak lepas dari perubahan standar keselamatan kendaraan.

Euro NCAP mulai menerapkan protokol baru pada 2026 yang memberikan penilaian lebih luas terhadap teknologi keselamatan aktif. Sistem seperti Autonomous Emergency Braking dan Lane Support diuji dalam lebih banyak skenario yang mendekati kondisi jalan sebenarnya, termasuk interaksi dengan pesepeda, pejalan kaki, dan pengguna jalan lainnya.

Artinya, produsen mobil memiliki dorongan lebih besar untuk memasang dan mengembangkan teknologi yang dapat membantu mencegah kecelakaan.

5. Teknologi sensor semakin berkembang

ADAS dapat bekerja karena mobil modern semakin dibekali sensor yang mampu membaca lingkungan di sekitarnya.

Kamera dapat digunakan untuk mengenali marka jalan atau objek tertentu, sementara radar dapat membantu mendeteksi kendaraan dan mengukur jarak. Beberapa kendaraan juga menggunakan kombinasi berbagai sensor untuk meningkatkan kemampuan sistem.

Euro NCAP sendiri dalam pengujian 2026 menggunakan kombinasi kamera, radar, dan LiDAR sebagai bagian dari proses memperoleh data pembanding untuk menguji sistem bantuan kecepatan di jalan nyata.