Pengunjuk rasa lainnya, seorang siswa sekolah menengah Kamil Alahyan (18) mengatakan ia ikut demo "karena banyak alasan, pemilu yang akan datang pada 2027, politisi yang berbohong, serta kelompok ultra-kaya yang terus menumpuk kekayaan dalam 10 tahun terakhir."
Beberapa pengunjuk rasa mencoba menarik perbandingan dengan Revolusi Prancis tahun 1789.
"Ini adalah Revolusi, kita sedang merebut Bastille!" teriak sejumlah orang di Marseille saat mereka menerobos masuk ke kantor wali kota.
Di kota La Rochelle, Prancis bagian barat, para peserta pawai berjalan di belakang sebuah poster bertuliskan "Revolusi atau mati."
Sebagian besar demo dimulai pada tengah hari, beberapa titik demo bahkan dimulai sebelum dimulainya demonstrasi resmi.
Di beberapa bagian Paris, polisi menembakkan gas air mata saat mereka mundur menghadapi para demonstran. Para demonstran banyak mengenakan pakaian hitam dan memakai hoodie, masker, dan kacamata untuk melindungi diri dari gas air mata.
Para perusuh mencoba menerobos masuk ke department store Galeries Lafayette, menghancurkan bank, menjarah toko Lacoste serta butik-butik lainnya, dan merampok toko telepon seluler SFR. Para demonstran juga membakar berbagai benda sepanjang hari, termasuk sejumlah mobil.
Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk menghadapi pengunjuk rasa yang melemparkan berbagai benda dan menembakkan kembang api ke arah petugas.
Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun kehilangan tangan kanannya akibat ledakan granat pengendali massa di kota Saint-Etienne, Prancis bagian selatan.
Taktik kepolisian menuai kritik menyusul jatuhnya korban luka di kalangan demonstran, termasuk seorang remaja yang kehilangan tangannya setelah memungut granat kejut (stun grenade). Lembaga pengawas kepolisian saat ini tengah menyelidiki setidaknya puluhan dugaan kekerasan oleh aparat.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan pemerintah tidak akan "terintimidasi" oleh kekerasan. Ia menyalahkan kerusuhan tersebut pada "sayap kiri ekstrem" dan para penjahat hanya beberapa bulan sebelum pemilihan presiden tahun depan.