NADIKABAR.COM — Pernah merasa pagi sampai siang cuaca begitu panas dan terik, tetapi menjelang sore langit tiba-tiba berubah mendung lalu hujan turun cukup deras?

Pola seperti ini cukup sering terjadi di Indonesia. Tidak sedikit wilayah yang justru lebih sering mengalami hujan pada siang menjelang sore atau sore menjelang malam, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung terbentuknya awan hujan.

Lantas, kenapa hujan lebih sering turun pada sore dan malam hari?

Jawabannya berkaitan erat dengan pemanasan permukaan bumi sepanjang hari.

Pada pagi hari, matahari mulai memanaskan permukaan tanah. Suhu kemudian terus meningkat hingga siang. Panas tersebut membuat udara di dekat permukaan ikut menghangat dan bergerak naik.

Di saat yang sama, udara di wilayah Indonesia umumnya memiliki kandungan uap air yang cukup tinggi. Ketika udara hangat dan lembap naik ke atmosfer, udara tersebut mengalami pendinginan. Uap air kemudian mengalami kondensasi dan membentuk awan.

Semakin lama proses pemanasan berlangsung, semakin banyak energi dan uap air yang tersedia untuk pembentukan awan konvektif.

Inilah salah satu alasan mengapa awan hujan sering berkembang pada siang hingga sore hari.

BMKG menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu, pemanasan permukaan yang kuat pada siang hari dan kelembapan udara di lapisan bawah dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan lokal. Polanya dapat berupa pagi yang cerah, siang yang terik, kemudian awan tumbuh dengan cepat dan hujan turun pada sore hingga malam.