Kenapa tidak langsung hujan saat siang?

Proses pembentukan hujan membutuhkan waktu.

Matahari harus lebih dulu memanaskan permukaan bumi. Setelah itu, udara hangat dan lembap naik, membentuk awan yang semakin berkembang. Jika kondisi atmosfer cukup tidak stabil, awan tersebut dapat tumbuh menjadi awan konvektif yang lebih besar dan menghasilkan hujan.

Jadi, meskipun prosesnya sudah dimulai sejak pagi atau menjelang siang, hujan baru bisa turun beberapa jam kemudian.

Bayangkan seperti air yang sedang dipanaskan. Air tidak langsung mendidih begitu kompor dinyalakan. Ada proses yang berlangsung terlebih dahulu sebelum mencapai kondisi tertentu.

Data pengamatan di sejumlah stasiun Indonesia juga menunjukkan adanya pola harian tersebut. Kajian berbasis tujuh tahun pengamatan dari 31 stasiun di Indonesia menemukan bahwa curah hujan umumnya mencapai puncak pada sore hari dan berada pada tingkat terendah pada pagi hari di sebagian besar stasiun yang diamati. Pola tersebut terutama berkaitan dengan pemanasan matahari atau radiasi matahari.

Lalu bagaimana dengan hujan pada malam hari?

Hujan pada malam hari juga bisa terjadi, meskipun mekanismenya tidak selalu sama dengan hujan sore.

Awan yang terbentuk pada siang hari bisa terus berkembang dan menghasilkan hujan hingga malam. Selain itu, angin darat dan angin laut, kondisi geografis, pegunungan serta sistem awan yang lebih besar dapat memengaruhi waktu turunnya hujan.