Menurutnya, warga Amerika mungkin tidak menganggap serius komentar Trump tentang menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51, tetapi warga Kanada jelas menganggapnya serius dan siap membela diri jika diperlukan.
Lalu apa yang akan terjadi jika invasi benar-benar terjadi?
Fase pertama perang bisa berlangsung sangat singkat.
Menurut model yang digunakan militer Kanada, sebagaimana dilaporkan surat kabar Globe and Mail awal tahun ini, serangan AS akan membuat posisi-posisi strategis Kanada kewalahan dalam waktu satu minggu.
Militernya akan segera kalah jumlah, memaksa pasukan Kanada beralih ke taktik perang gerilya untuk mencoba menekan musuh mereka.
Negara-negara sekutu seperti Prancis dan UK akan diminta memberikan dukungan dan pertahanan bagi Kanada, lapor surat kabar tersebut pada Januari, mengutip pejabat senior pemerintah.
Model teoretis itu diyakini menjadi pertama kalinya dalam satu abad Kanada merencanakan persiapan terhadap serangan Amerika.
Pemodelan tersebut berada pada tingkat yang lebih ringan dalam perencanaan tempur militer, kata Coates.
Dia mengatakan Kanada, tidak seperti sekutu-sekutunya di NATO, tertinggal dalam persiapan jika terjadi invasi darat. Karena itu, Kanada kini sedang berupaya mengejar ketertinggalan di era geopolitik yang tidak dapat diprediksi ini.
Sebagian dari hal itu, katanya, terlihat dari seruan terbaru kepala pertahanan Kanada untuk meningkatkan ukuran militer secara drastis, termasuk dengan menambah hingga 300.000 prajurit warga sipil yang terlatih ringan.
Invasi terhadap Kanada mungkin juga tidak akan sederhana dari sudut pandang AS.
Bahkan dengan kekuatan militernya yang jauh lebih besar, AS akan kesulitan memperoleh dukungan untuk berperang melawan Kanada, kata Schmidt.
"Saya pikir akan ada banyak perwira Amerika yang mengundurkan diri jika diperintahkan menginvasi Kanada," katanya. "Mereka akan menganggapnya sebagai perintah yang ilegal dan tidak bermoral."
Schmidt mengatakan tentara Kanada dan tentara Amerika secara rutin berlatih bersama dan saling menghormati.
Namun dalam skenario yang kecil kemungkinannya, apabila hubungan memburuk hingga mencapai titik konflik bersenjata, Schmidt mengatakan AS kemungkinan akan berfokus pada penguasaan sumber daya berharga Kanada seperti minyak dan mineral, serta melakukan pelengseran kepemimpinan politik.
"Anda akan melihat semacam operasi yang mungkin mencerminkan apa yang Anda lihat di Venezuela," katanya, merujuk pada aksi militer AS awal tahun ini untuk menangkap mantan Presiden Venezuela, Maduro.
Meski mengakui bahwa AS memiliki kapasitas militer yang lebih besar, ia mengatakan bahwa "dibandingkan secara seimbang" tentara Kanada akan mampu memberikan perlawanan.