NADIKABAR.COM — Pernahkah Anda berbaring di atas kasur, mematikan lampu, dan bersiap untuk tidur, tetapi pikiran justru mendadak ramai? Kenangan beberapa tahun lalu, kecemasan akan pekerjaan besok, hingga pertanyaan eksistensial tentang masa depan seolah antre untuk dipikirkan. Fenomena overthinking atau berfikir berlebihan di malam hari adalah pengalaman yang sangat umum, namun sering kali mengganggu kualitas istirahat kita.

Lantas, mengapa otak kita justru menjadi sangat aktif ketika tubuh sudah merasa lelah dan siap untuk beristirahat?

1. Hilangnya distraksi pagi dan sore hari

Sepanjang hari, pikiran kita terus disibukkan oleh berbagai aktivitas: pekerjaan, rutinitas rumah tangga, interaksi sosial, hingga hiburan dari gawai. Berbagai distraksi ini menutupi kecemasan atau emosi yang belum terselesaikan. Namun, saat anda berbaring di tempat tidur dalam kondisi kamar yang hening dan gelap, semua distraksi tersebut mendadak hilang. Ruang sunyi inilah yang memberi panggung bagi pikiran-pikiran yang terpendam sepanjang hari untuk akhirnya muncul ke permukaan.