Untuk mengatasi persoalan itu, International Federation of the Phonographic Industry (IFPI), organisasi yang mewakili industri rekaman global, mendorong penerapan Global Release Day atau hari perilisan global.

Mulai 10 Juli 2015, industri musik internasional menyelaraskan jadwal perilisan lagu dan album baru pada Jumat. Kebijakan ini diterapkan di lebih dari 45 pasar musik, sehingga pendengar di berbagai negara dapat mengakses rilisan internasional pada hari yang sama.

Sejak saat itu, Jumat semakin dikenal sebagai hari untuk menemukan musik baru.

3. Memaksimalkan promosi di media sosial

Perilisan musik bukan hanya tentang mengunggah lagu ke platform streaming. Musisi dan label rekaman juga perlu membangun perhatian publik agar karya terbaru mereka menjangkau lebih banyak pendengar.

Jumat menjadi momentum yang menguntungkan karena aktivitas media sosial dan interaksi terkait hiburan cenderung meningkat menjelang akhir pekan.

Musisi dapat merilis video musik, membagikan cuplikan lagu, mengadakan siaran langsung, atau mengajak penggemar membicarakan album terbaru mereka.

Ketika banyak orang membicarakan rilisan yang sama, peluang lagu tersebut mendapatkan perhatian lebih luas juga terbuka. Strategi ini penting, terutama bagi musisi yang mengandalkan platform digital untuk menjangkau pendengar di berbagai negara.

4. Memudahkan pendengar menemukan lagu baru

Hari perilisan yang seragam juga membantu platform streaming mengatur rekomendasi musik dan menyajikan koleksi lagu terbaru kepada pengguna.