Dalam konteks lingkungan yang lebih luas, kebakaran lahan dalam jumlah besar turut berkontribusi terhadap bertambahnya jumlah emisi gas karbon yang mempercepat pemanasan global dan perubahan iklim.
Kebanyakan lahan yang terbakar merupakan hutan yang menjadi habitat bagi berbagai satwa liar. Di Kalimantan sendiri, orang utan terpaksa berpindah karena habitat aslinya terbakar habis.
"Orang utan di Kalimantan banyak yang terdesak dan terjebak akibat kebakaran. Bahkan, terdapat satwa liar yang tidak mampu menyelamatkan diri dari kebakaran yang hebat," tuturnya.
Dr Elham mengingatkan perlunya kolaborasi dan evaluasi tim redaksi akademisi, pemerintah, berbagai lembaga, pelaku usaha, hingga masyarakat.
"Semua pihak harus bergerak bersama secara sinergis. Kebakaran hutan adalah masalah yang tidak bisa dilokalisasi, sehingga penanganannya membutuhkan kesadaran bersama, perbaikan regulasi, serta ketegasan penegakan hukum demi menjaga keberlanjutan ekosistem," pungkasnya.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.