NADIKABAR.COM — Pernahkah Anda merasa mata mulai berat, menguap berkali-kali, bahkan hampir tertidur saat mendengarkan khotbah Jumat di masjid? Padahal, sebelumnya Anda merasa cukup segar dan tidak terlalu lelah. Kondisi ini mungkin terasa familiar bagi sebagian orang yang rutin menunaikan ibadah salat Jumat.

Rasa kantuk yang muncul saat Jumatan sebenarnya bisa dijelaskan melalui sejumlah faktor, mulai dari pola tidur, waktu biologis tubuh, kebiasaan makan siang, hingga suasana ketika mendengarkan khotbah.

Meski demikian, bukan berarti khotbah Jumat menjadi penyebab langsung rasa kantuk. Ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang lebih mudah mengantuk ketika duduk dan mendengarkan dalam waktu tertentu.

Lantas, mengapa rasa ngantuk kerap datang saat Jumatan? Berikut penjelasannya.

1. Jam biologis tubuh mengalami penurunan kewaspadaan

Salah satu penyebab rasa kantuk saat Jumatan adalah ritme sirkadian, yaitu jam biologis internal yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun manusia.

Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), tubuh manusia secara alami dapat mengalami penurunan kewaspadaan pada siang hingga sore hari. Pada periode ini, dorongan untuk tidur bisa meningkat meskipun seseorang belum memasuki waktu tidur malam.

Fenomena tersebut dikenal sebagai afternoon dip atau penurunan kewaspadaan pada siang hari. Kondisi ini dapat terjadi bahkan ketika seseorang belum makan siang.

Karena salat Jumat umumnya dilaksanakan sekitar tengah hari, waktu pelaksanaannya dapat bertepatan dengan periode ketika tubuh mulai merasa lebih lelah dan mengantuk.

Namun, tingkat rasa kantuk setiap orang berbeda-beda, bergantung pada pola tidur, aktivitas, dan kondisi tubuh masing-masing.

2. Kurang tidur pada malam sebelumnya