4. Duduk diam dalam waktu cukup lama
Saat mendengarkan khotbah Jumat, jamaah umumnya duduk dan memusatkan perhatian pada khatib. Aktivitas fisik yang minim membuat tubuh tidak mendapatkan banyak rangsangan gerak untuk mempertahankan rasa segar.
Berbeda dengan ketika berjalan, bekerja, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan, duduk diam dalam waktu cukup lama dapat membuat rasa lelah lebih terasa, terutama jika seseorang sebelumnya kurang tidur.
Selain itu, ketika seseorang tidak banyak bergerak dan berada dalam suasana yang tenang, tanda-tanda kantuk yang sebelumnya tidak terlalu terasa bisa menjadi lebih jelas.
Meski demikian, duduk diam bukan satu-satunya penyebab kantuk. Faktor seperti kurang tidur dan penurunan kewaspadaan pada siang hari tetap perlu diperhitungkan.
5. Suasana masjid yang tenang dan nyaman
Suasana masjid yang relatif tenang, posisi duduk yang nyaman, serta minimnya aktivitas fisik juga dapat membuat seseorang lebih menyadari rasa kantuk.
Ketika seseorang tidak sedang melakukan aktivitas yang menuntut banyak gerakan, mempertahankan perhatian dalam waktu lama bisa terasa lebih menantang, terlebih jika tubuh memang sedang lelah.
Namun, hal ini bukan berarti suasana tenang secara langsung membuat tubuh tertidur. Rasa kantuk lebih mungkin muncul ketika kondisi tersebut bertepatan dengan dorongan tidur yang sudah meningkat akibat kurang tidur atau ritme sirkadian.
Oleh karena itu, seseorang yang cukup tidur dan memiliki kondisi tubuh yang bugar belum tentu mengalami rasa kantuk yang sama meskipun berada dalam suasana serupa.