Biasakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari agar pola istirahat lebih konsisten.

Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Sementara itu, kebutuhan tidur anak berbeda sesuai kelompok usianya.

Lakukan aktivitas yang menenangkan, seperti membaca buku, meditasi ringan, atau latihan pernapasan untuk membantu tubuh lebih rileks.

Alkohol dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu perilaku tidur yang tidak biasa.

5. Kurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur

Hindari kebiasaan menggunakan ponsel terlalu lama ketika sudah memasuki waktu istirahat.

6. Ciptakan suasana kamar yang nyaman

Pastikan kamar memiliki pencahayaan, suhu, dan tingkat kebisingan yang mendukung tidur berkualitas.

Jika kebiasaan tersebut sering terjadi, catat waktu kemunculan, durasi, dan perilaku lain yang menyertainya. Informasi ini dapat membantu dokter melakukan pemeriksaan.

Kapan kebiasaan mengigau perlu diperiksakan?

Meskipun umumnya tidak berbahaya, mengigau yang terjadi secara berulang atau semakin parah sebaiknya tidak diabaikan.

Seseorang disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila kebiasaan mengigau disertai beberapa kondisi berikut.

- Mengigau hampir setiap malam dan mengganggu waktu istirahat.- Berteriak, menendang, memukul, atau melakukan gerakan fisik berlebihan saat tidur.- Berjalan atau melakukan aktivitas lain tanpa kesadaran.- Mengalami kantuk berlebihan pada siang hari meskipun sudah tidur cukup.- Mendadak sering mengigau ketika sudah dewasa, terutama jika disertai gejala baru lainnya.- Mengalami cedera atau berisiko mencederai orang lain ketika tidur.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan pola tidur untuk mencari kemungkinan penyebabnya. Jika diperlukan, pemeriksaan tidur atau polysomnography dapat dilakukan untuk memantau aktivitas tubuh selama seseorang beristirahat.

Pemeriksaan tersebut membantu tenaga medis membedakan mengigau biasa dengan gangguan tidur lain yang membutuhkan penanganan khusus.

Mengigau saat tidur merupakan perilaku yang dapat dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat berkaitan dengan kurang tidur, stres, demam, konsumsi alkohol, faktor keturunan, maupun gangguan tidur tertentu.

Meski begitu, kebiasaan mengigau yang disertai gerakan fisik berlebihan, cedera, atau gangguan istirahat sebaiknya diperiksa lebih lanjut. Menjaga jadwal tidur teratur dan menciptakan lingkungan istirahat yang nyaman dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas tidur.