Inovasi ini dimulai tahun 2019, awalnya mengembangkan PETISI (Pemetaan Sanitasi) untuk menjawab permasalahan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan masih melakukan buang air besar di sungai.
Kemudian berkembang menjadi Sikeling Pusako tahun 2022, sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan yang terus dikembangkan hingga kini.
Dampaknya nyata, desa ODF (Open Defecation Free) atau desa stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.
Nur Arning mengembangkan Sobiku Indonesia (Sobat Peduli Kanker Anak Untuk Indonesia), platform digital untuk memperkuat ekosistem deteksi dini kanker anak di tingkat masyarakat. Platform ini tersedia melalui aplikasi Sobiku Indonesia dan website dengan fitur skrining gejala kanker anak, informasi rumah singgah, artikel edukasi, komunitas, donasi, serta Sobiku Store.
Sobiku Indonesia tidak hanya mengandalkan platform digital, tetapi menggabungkannya dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui empat program utama: edukasi kanker anak bersama tenaga medis, pelatihan kader Posyandu, screening gejala kanker anak di Posyandu menggunakan aplikasi serta dukungan psikososial bagi anak dan orang tua pejuang kanker. Acuan screening dikembangkan berdasarkan masukan dokter subspesialis hemato-onkologi anak dan panduan Kementerian Kesehatan RI.
Rini Khamimatul Ula mengembangkan Vein Finder berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan teknologi near-infrared (NIR) dan pengolahan citra. Inovasi ini membantu tenaga kesehatan memvisualisasikan dan mengidentifikasi pembuluh darah vena secara lebih mudah.
Keunggulan inovasi ini terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan keragaman warna kulit masyarakat Indonesia tanpa harus mengubah pengaturan alat secara manual.
Alat juga dirancang mudah digunakan, praktis, dan terjangkau, sehingga memiliki peluang untuk dimanfaatkan tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.
Vein Finder AI merupakan upaya menghadirkan teknologi kesehatan yang berpusat pada manusia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan, meningkatkan kenyamanan pasien, memperluas akses teknologi kesehatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap alat kesehatan impor.
Siti Nurmaini mengembangkan aplikasi TeleOTIVA, inovasi kesehatan digital dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), computer vision, dan telemedicine untuk mendukung skrining serta deteksi dini kanker serviks.
Aplikasi ini membantu tenaga kesehatan mendokumentasikan citra serviks, mengidentifikasi area dan lesi yang dicurigai, serta menyediakan informasi pendukung untuk evaluasi dan pengambilan keputusan klinis.
Melalui fitur telemedicine, hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis tanpa terkendala jarak, sehingga berpotensi memperluas akses layanan screening di puskesmas dan wilayah dengan keterbatasan tenaga spesialis.
TeleOTIVA juga menyediakan dokumentasi pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut pasien secara digital. Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis, dan tersedia melalui platform aplikasi digital.