NADIKABAR.COM — Di tengah gempuran tren modern dan aktivitas serba digital, membatik dengan canting masih punya tempat tersendiri. Pengunjung Museum Batik TMII diajak merasakan langsung proses membuat batik tulis, dari menggoreskan malam hingga membentuk motif di atas kain.

Kegiatan bertajuk workshop mencanting itu diadakan di Ruang Lokakarya Museum Batik Indonesia TMII. Di ruangan tersebut terdapat alat batik tulis dan batik cap, seperti lilin malam hingga kain mori.

Nyaris semua alat batik di sini dipesan langsung dari perajin lokal Pulau Jawa bagian tengah, tepatnya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mulai dari canting, kompor listrik, hingga meja khusus batik cap dipesan dari sana. Prosesnya dimulai dari pemilihan motif.

Sejumlah motif batik yang bisa dipilih peserta adalah motif batik ceplok, megamendung, parang, dan kawung. Selain itu, ada motif bunga teratai dan bunga matahari yang bisa ditentukan sesuai keinginan pengunjung. Usai memilih motif, peserta memasuki tahap selanjutnya, yakni tracing atau menggambar pola sesuai motif yang dipilih.

Sambil menggenggam sebuah pensil, para peserta akan menggambar di selembar kain mori berukuran sekitar 30 x 30 sentimeter dengan mengikuti motif batik.