Ia juga menjelaskan bahwa pengambilan malam tidak perlu memenuhi kapasitas canting. Pengambilan cairan malam bisa sedikit karena gampang membeku kalau sudah terkena udara. Di proses ini, peserta juga diwajibkan mengenakan celemek sebagai alas untuk untuk menghindari malam yang jatuh mengenai pakaian.

Tangan para peserta mulai menari-nari, menggoreskan malam di sehelai kain dengan mengikuti pola batik yang sudah tergambar. Proses ini memakan waktu sekitar 10 menit, tergantung dari kepiawaian para peserta. Ketenangan dan kesabaran peserta diuji di tahap mencanting. Proses ini harus dilakukan dengan penuh hati-hati supaya goresan malam tidak keluar dari pola batik.

Usai menyelesaikan proses mencanting sesuai pola batik yang ada, peserta boleh membuat karya di sisi kain yang masih kosong. Biasanya, peserta menuliskan nama atau simbol khusus sebagai tanda kalau itu hasil karya mereka. Tak terasa, para peserta telah melewati rangkaian tahapan membatik dengan canting yang kurang lebih sekitar 30 menit.

Proses pembelajaran mencanting selesai, peserta boleh membawa pulang hasil karya tersebut. Workshop mencanting diadakan setiap hari Selasa-Minggu di Museum Batik Indonesia TMII. Kegiatan ini diadakan dalam dua sesi, sesi pertama berlangsung pukul 10.00 WIB (khusus rombongan). Sesi kedua berlangsung pukul 13.00 WIB (khusus perorangan).

Untuk merasakan pengalaman membatik dengan canting tradisional, setiap peserta wajib membeli tiket workshop mencanting di tempat. Tarif untuk wisatawan lokal Rp 25.000 dan wisatawan mancanegara Rp 35.000.