Lebih lanjut, Sri mengatakan sebagai museum yang memiliki perhatian khusus terhadap tekstil Indonesia, Museum Tekstil tidak hanya melakukan penyimpanan dan perawatan koleksi, tetapi juga pendataan, dokumentasi, konservasi, penelitian, pameran, serta berbagai program edukasi dan publik.
Museum Tekstil juga terus membangun kolaborasi dengan pembatik, komunitas, akademisi, kolektor, serta berbagai pihak yang memiliki pengetahuan mengenai batik.
Sri mengatakan bagi Museum Tekstil menjaga batik tidak cukup hanya dengan menjaga kainnya. Pengetahuan mengenai pembuatnya, daerah asal, teknik, motif, pewarnaan, fungsi, serta cerita masyarakat di balik kain tersebut juga harus didokumentasikan.
βDengan demikian, museum dapat menjadi ruang yang menghubungkan warisan masa lalu dengan perkembangan batik masa kini dan generasi yang akan datang,β tutur dia.