Selain cadangan energi yang menipis, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pelari mengalami wall.

Pertama, memulai lomba dengan kecepatan terlalu tinggi. Pelari yang terlalu bersemangat pada kilometer awal berisiko menghabiskan energi lebih cepat daripada yang direncanakan. Ketika memasuki paruh kedua marathon, tubuh pun kesulitan mempertahankan kecepatan.

Kedua, kurangnya asupan karbohidrat sebelum dan selama lomba. Persiapan makan yang tidak sesuai kebutuhan serta melewatkan asupan energi selama berlari dapat mempercepat berkurangnya ketersediaan bahan bakar bagi tubuh.

Ketiga, kondisi cuaca dan hidrasi. Suhu panas dapat meningkatkan beban tubuh dalam mengatur suhu, sedangkan kekurangan cairan dapat memperburuk kelelahan. Faktor-faktor tersebut dapat berinteraksi dengan kelelahan otot dan meningkatkan kesulitan mempertahankan performa.

Selain itu, kurangnya latihan jarak jauh juga dapat membuat tubuh belum terbiasa menghadapi tuntutan fisik selama berlari berjam-jam.

Cara mengurangi risiko mengalami hit the wall

Meski menjadi salah satu tantangan dalam marathon, risiko mengalami hit the wall dapat dikurangi melalui persiapan yang tepat.

Hindari berlari terlalu cepat pada kilometer awal hanya karena tubuh masih terasa segar. Gunakan target kecepatan yang realistis berdasarkan hasil latihan dan kemampuan pribadi. Menjaga ritme sejak awal membantu mengelola penggunaan energi sepanjang lomba.