Penelitian Harper dkk dalam Journal of Youth and Adolescence menjelaskan bahwa kecenderungan untuk membungkam diri demi suatu hubungan dapat diperoleh melalui proses sosialisasi. Dengan kata lain, seseorang dapat terbiasa menyesuaikan diri dan mengutamakan kebutuhan orang lain karena pola yang dipelajari dalam lingkungan sosialnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, people pleasure bisa muncul dalam bentuk yang sederhana. Misalnya, selalu menerima ajakan meskipun sedang ingin beristirahat, mengambil pekerjaan teman karena takut dianggap tidak peduli, meminta maaf meskipun bukan pihak yang bersalah, atau mengikuti keputusan kelompok meskipun sebenarnya tidak setuju.

Masalahnya, terlalu sering mengatakan "iya" tidak selalu berarti seseorang benar-benar bersedia. Ketika seseorang terus mengabaikan keinginannya sendiri, rasa lelah, kesal, bahkan kecewa dapat menumpuk.

Hal ini bukan berarti membantu orang lain atau berusaha menjaga perasaan mereka merupakan sesuatu yang buruk. Perbedaannya terletak pada alasan di balik tindakan tersebut. Membantu karena memang ingin membantu tentu berbeda dengan membantu karena takut ditolak atau merasa bersalah jika mengatakan tidak.