Karena itu, mulai keluar dari kebiasaan people pleasure tidak harus dilakukan dengan tiba-tiba menjadi orang yang selalu menolak. Langkah kecil dapat dimulai dengan mengenali apa yang sebenarnya diinginkan dan memberikan waktu sebelum menjawab permintaan orang lain. Kalimat sederhana seperti, "Aku pikir-pikir dulu, ya," dapat menjadi cara untuk memberi kesempatan pada diri sendiri dalam menentukan pilihan tanpa langsung merasa harus menyenangkan orang lain.
Belajar mengatakan "tidak" juga bukan berarti menjadi egois. Menetapkan batas berarti menyadari bahwa kebutuhan diri sendiri juga memiliki nilai. Hubungan yang sehat seharusnya tidak membuat seseorang merasa harus terus mengorbankan dirinya agar tetap diterima.
Berani berkata "tidak" merupakan bentuk menghargai diri sendiri. Sebab, menyenangkan orang lain boleh saja, tetapi jangan sampai dilakukan dengan mengorbankan diri sendiri.
Artikel ditulis Mei, mahasiswi PKL Universitas HKBP Nommensen di NadiKabar.com