Posisinya yang berada di Samudra Hindia membuat Enggano terpisah cukup jauh dari daratan utama Bengkulu. Dokumen Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat jarak lurus Pulau Enggano ke pantai Provinsi Bengkulu sekitar 120 kilometer.

Pulau Enggano termasuk salah satu pulau terluar Indonesia yang memiliki posisi geografis strategis. Letaknya berada di wilayah perairan Samudra Hindia dan menjadi bagian dari kawasan Kabupaten Bengkulu Utara.

Selain Enggano, Bengkulu juga memiliki sejumlah pulau kecil lainnya, termasuk Pulau Mega dan Pulau Tikus. Namun, Enggano merupakan salah satu pulau yang dihuni masyarakat.

Karakter geografis tersebut membuat akses menuju Pulau Enggano berbeda dengan wilayah perkotaan di daratan Bengkulu. Transportasi menuju pulau sangat bergantung pada kondisi laut dan layanan transportasi yang tersedia.

Lokasi penemuan jenazah kru kapal Arupadatu I

Jenazah tanpa identitas pertama kali ditemukan oleh tim SAR gabungan dan warga di pesisir Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Pulau Enggano, pada 12 September 2026. Pada saat itu, identitas korban belum diketahui sehingga jenazah disebut sebagai Mr X.