Lebih lanjut, Thai National Parks menjelaskan bahwa ular ini punya rata-rata panjang 1,2 sampai 1,5 meter. Namun, mereka bisa tumbuh hingga 2,1 meter. Beratnya berkisar dari 150 hingga 200 gram.
Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, ular yang nama latinnya berarti 'kepala kuning' ini tersebar di Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
Di tanah air, ular kepala merah bisa dijumpai di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Mereka mendiami dataran rendah, hutan, kawasan perbukitan, hingga pegunungan dengan ketinggian maksimum 1.100 meter di atas permukaan laut.
Aktif pada malam hari dan menghabiskan hidupnya di air, ular kepala merah memangsa banyak hewan. Mereka diketahui menyantap kadal, katak, mamalia kecil, ular, hingga telur ular lain.
Salah satu indikator untuk menentukan mematikan tidaknya bisa suatu ular adalah LD50. Dilansir Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS), LD50 adalah singkatan dari Lethal Dose 50.
Sederhananya, LD50 adalah jumlah suatu material (dalam hal ini bisa ular) yang bisa menyebabkan kematian 50% hewan uji. Semakin rendah angka LD50, semakin mematikan pula bisa ular yang dites.
Dirujuk dari penelitian berjudul Enzymatic and Immunological Properties of Bungarus Flaviceps (Red Headed Krait) Venom oleh NH Tan dkk, LD50 ular kepala merah adalah 0.32 ยตg/g. Itu artinya, hanya dibutuhkan 0.32 mikrogram bisa Bungarus flaviceps per gram hewan uji untuk membunuh 50% sampel.