Bisa red-headed krait bersifat neurotoksin sehingga menyebabkan kelumpuhan saraf-otot korban gigitan. Otot yang terkena efek paling pertama adalah kelopak mata atas dan okular.
Apabila digigit, korban akan kesusahan membuka mata selama 20 menit hingga beberapa jam setelahnya. Efek lainnya meliputi sakit kepala, hipersalivasi, muntah, dan disfagia.
Jadi, jika hanya ditinjau dari kemampuan bisa, lebih berbahaya ular kepala merah, weling, atau welang?
Dilansir artikel jurnal berjudul Determination of Lethal Dose (LD50) of Venom of Four Different Poisonous Snakes Found in Pakistan karya Ghazala Parveen dkk, LD50 ular weling (Bungarus candidus) adalah 0.29 ยตg/g. Sementara itu, sumber lain menyebut angkanya 0.16 ยตg/g hingga 0.17 ยตg/g.
Bagaimana dengan ular welang yang bernama ilmiah Bungarus fasciatus? Menurut keterangan dalam artikel Comparative Venom Proteomics of Banded Krait (Bungarus fasciatus) from Five Geographical Locales: Correlation of Venom Lethality, Immunoreactivity and Antivenom Neutralization tulisan Yi Lin Hia dkk, LD50 welang berkisar dari 0.45 hingga 2.55 ยตg/g.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwasanya bisa ular weling adalah yang paling mematikan. Kemudian, disusul ular kepala merah dan welang.
Nah, itulah sekilas mengenai ular kepala merah, kerabat weling dan welang yang tak kalah mematikan. Semoga menambah wawasan pembaca, ya!