Di perairan tersebut tumbuh 10 dari 13 jenis lamun yang ada di dunia, mulai dari Enhalus acoroides yang berdaun lebar, Thalassia hemprichii yang rapat, hingga jenis-jenis halus yang tumbuh di dasar laut.
Padang lamun menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar, baik di bagian tanaman maupun sedimen di bawahnya. Inilah yang menjadikannya solusi berbasis alam paling kuat dalam menghadapi perubahan iklim. Ia bekerja senyap, tak terlihat, namun perannya tak tergantikan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kaltim Fitriansyah menegaskan bahwa lamun bukan sekadar tanaman laut, melainkan fondasi ekonomi biru yang kokoh.
"Merawat lamun berarti merawat masa depan kita,” kata Fitriansyah.