Hasil penelitian yang dilakukan Brida Kaltim bersama Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (Yekhali) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Samarinda, menunjukkan betapa besar potensi yang terkandung di sana.

Stok karbon di bagian tanaman tertinggi tercatat di Pulau Malahing mencapai 4,19 ton karbon per hektare (C/ha), disusul Kedindingan 3,81 ton C/ha, dan Pulau Miang Kecil 2,18 ton C/ha.

Hal yang lebih mengagumkan adalah simpanan karbon di sedimen lapisan tanah di bawah hamparan lamun mencapai ratusan ton per hektare. Pulau Miang Kecil menyimpan 383,78 ton C/ha, Biduk 382,42 ton C/ha, dan wilayah Kutai Kartanegara 381,13 ton C/ha.

Angka-angka ini mengingatkan bahwa di bawah ombak, ada harta yang jauh lebih berharga ketimbang yang terlihat di permukaan.