Tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk kunjungan. Meski demikian, karena Rumah Gajah Mungkur juga merupakan hunian keluarga dan bagian dari warisan pribadi, pengunjung tetap perlu menjaga sikap selama berada di lokasi.
Salah satu daya tarik wisata Rumah Gajah Mungkur Gresik adalah kesempatan melihat langsung berbagai benda peninggalan keluarga.
Meja, kursi, lemari kayu, cermin, pintu, kaca jendela, hingga jam tua masih menjadi bagian dari interior rumah. Sebagian benda tersebut telah berusia sangat lama dan tetap dipertahankan di tempat asalnya.
Interior rumah juga memperlihatkan suasana tradisional yang kuat. Kain-kain batik khas Gresik dipajang di sejumlah bagian ruangan dan ditata berdampingan dengan lemari kayu klasik.
Selain kain batik, pengunjung dapat menemukan berbagai benda yang berkaitan dengan tradisi membatik, seperti canting, piring keramik antik, ukiran kayu, serta sejumlah ornamen dan potret keluarga.
Kondisi tersebut membuat kunjungan ke Rumah Gajah Mungkur terasa seperti melihat langsung bagian dari perjalanan sebuah keluarga, bukan sekadar mendatangi bangunan tua.
Suasana rumah tua, perabotan peninggalan, koleksi batik, serta cerita keluarga membuat Rumah Gajah Mungkur memiliki daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal sejarah Gresik dari sisi berbeda.
Akhmad Choiri yang merupakan pewaris sekaligus penerus usaha Batik Gajah Mungkur mengatakan, kunjungan ke rumah tersebut datang dari berbagai kalangan. Mulai dari sekolah, mahasiswa, hingga pejabat pernah mengajukan permintaan kunjungan, baik dari Gresik maupun luar daerah.
"Kalau surat, mungkin sudah ada ratusan yang saya terima. Tapi kalau pengunjung, rata-rata paling tinggi pada tahun 2023 bisa di total mungkin jumlahnya sekitar 7.000 orang," ujar Choiri.
Bagi Choiri, semakin banyak orang yang datang untuk mengenal Rumah Gajah Mungkur menjadi hal yang membahagiakan. Ia berharap keberadaan rumah dan usaha keluarga yang diteruskan dari generasi ke generasi dapat membantu masyarakat mengenal kearifan lokal Gresik.
Kunjungan ke tempat ini pun menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata pada umumnya. Pengunjung tidak hanya melihat bangunan tua, tetapi juga dapat memahami bagaimana aktivitas perdagangan, perjalanan antarnegara, kebudayaan, dan kehidupan keluarga pada masa lalu meninggalkan jejak di sebuah rumah.
Salah satu hal yang membuat Rumah Gajah Mungkur berbeda dari bangunan heritage lainnya adalah asal-usul namanya.