Di depan rumah terdapat patung gajah yang sengaja ditempatkan dengan posisi membelakangi jalan. Posisi tersebut kemudian menjadi dasar penyebutan "Gajah Mungkur". Dalam bahasa Jawa, "mungkur" merujuk pada posisi membelakangi.

"Patung Gajah ini dibangun buat tetenger (pertanda) rumah posisinya itu dibuat di depan rumah dengan kondisi membelakangi jalan bukan menghadap ke jalan. Jadi Mungkur dari jalan," kata Choiri pada Sabtu (20/9/2025).

Bagi keluarga, nama tersebut tidak sekadar menggambarkan posisi patung. Gajah Mungkur juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan kekuatan pengetahuan untuk menjauhkan manusia dari sifat buruk.

"Kalau menurut cerita dari buyut-buyut saya, kenapa kok dinamakan Gajah Mungkur, karena kekuatan besar tentang pengetahuan akan bisa membelakangi dari nafsu jahat, keserakahan dan hal buruk lainnya," jelas Choiri.

Filosofi tersebut membuat patung gajah di depan rumah tidak hanya menjadi penanda bangunan, tetapi juga bagian dari cerita yang diwariskan keluarga.

Saat memasuki Rumah Gajah Mungkur, pengunjung dapat melihat karakter bangunan yang tidak terpaku pada satu gaya arsitektur. Rumah ini memadukan unsur Belanda, Tiongkok, dan Timur Tengah.

Perpaduan tersebut tidak lepas dari perjalanan Hadji Djaelan sebagai saudagar. Ia disebut melakukan perjalanan perdagangan ke berbagai negara sekaligus menjalankan perjalanan haji menggunakan kapal.

"Dulu kan kakek buyut saya itu dagang ke luar negeri, sampai pergi haji sendiri naik kapal. Karena selama berdagang buyut saya itu menggunakan kapal. Jadi dari melihat bangunan-bangunan yang ada di Belanda, Tiongkok dan Arab itu kakek membuat desain sendiri," ujar Choiri.

Dari bagian luar, rumah ini menampilkan fasad bernuansa kolonial dengan sentuhan lokal. Warna krem mendominasi bangunan, berpadu dengan detail ornamen geometris dan atap berwarna merah marun.

Menara kecil dengan jendela melengkung serta jendela berwarna hijau toska memberikan kesan Eropa klasik. Sementara itu, deretan pot bonsai di bagian teras menambah suasana asri di sekitar bangunan.

Perpaduan berbagai unsur tersebut membuat Rumah Gajah Mungkur tidak hanya menarik dari sisi usia bangunan, tetapi juga dari cara sejarah perjalanan pemiliknya diterjemahkan ke dalam bentuk rumah.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Gresik, Rumah Gajah Mungkur dapat menjadi pilihan untuk melihat langsung warisan keluarga saudagar yang masih dipertahankan hingga kini. Sebelum berkunjung, pastikan menghubungi pengelola melalui @gskheritage untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu.