Efek kopi terhadap kontraksi tersebut 60 persen lebih kuat dibandingkan air putih. Namun, perlu diperhatikan bahwa hasil serupa tidak selalu ditemukan secara konsisten pada kopi tanpa kafein (decaf).
Sejumlah hormon pencernaan diperlukan untuk memecah makanan, dan kopi dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak hormon tersebut.
βPenelitian menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kadar gastrin dan kolesistokinin, dua hormon yang terlibat dalam aktivitas pencernaan,β kata Rodriguez-Frias.
Gastrin berperan dalam pergerakan lambung. Hormon ini juga memberi sinyal kepada tubuh untuk memproduksi asam klorida, yang membantu proses pencernaan protein.
Sementara itu, kolesistokinin memicu pankreas untuk melepaskan enzim yang membantu mencerna karbohidrat, lemak, dan protein.
Pelepasan kedua hormon tersebut dapat menjadi salah satu mekanisme lain yang membuat kopi membantu mendukung proses pencernaan yang sehat.
Selain kopi, memperlancar BAB juga bisa dengan meningkatkan asupan serat secara bertahap. Serat menambah volume tinja dan membuat teksturnya lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Namun, sebagian besar orang belum mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup.