Kawasan pantai utara Jawa menjadi gambaran paling nyata. Wilayah tersebut menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menghadapi tekanan dari penurunan muka tanah serta kenaikan muka air laut.

Di sejumlah lokasi, penurunan muka tanah di pantura Jawa dapat mencapai 20 sentimeter per tahun meski lajunya berbeda antarwilayah. Kondisi itu meningkatkan risiko banjir rob dan mengancam infrastruktur serta aktivitas ekonomi yang terkonsentrasi di pesisir.

Di Jakarta, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan risiko banjir, kerusakan infrastruktur, dan hilangnya lahan produktif dapat menimbulkan kerugian sekitar 186 juta dolar AS setiap tahun.