Pada 1989, Andrew mengubah usaha tersebut menjadi toko roti dan mulai mengembangkan berbagai produk pastri untuk pelanggan di Makau.

Perjalanan Andrew menemukan inspirasi egg tart bermula ketika ia mengingat pengalaman melihat pastri tersebut saat berkunjung ke Portugal sebelumnya.

Dengan latar belakang farmasi, Andrew melihat pembuatan kue sebagai proses ilmiah yang membutuhkan ketelitian, percobaan, dan keseimbangan rasa.

Ia kemudian menciptakan resep sendiri dengan menggabungkan custard bergaya Inggris dan kulit pastri berlapis yang menjadi ciri khas produknya.

Hingga kini, resep tersebut tetap digunakan Lord Stow's Bakery dengan mempertahankan metode pembuatan tangan oleh para pembuat pastri.

Nama Lord Stow sendiri memiliki cerita sederhana yang berasal dari pengalaman Andrew selama menjalankan bisnisnya di Makau.

Andrew bukan seorang bangsawan, namun julukan Lord muncul ketika ia dikenal sebagai warga Inggris di lingkungan Portugis sekitar tempat tinggalnya.

Saat mengelola restoran Portugis dan diskotek di sebuah hotel, masyarakat setempat mengenalnya sebagai orang Inggris dengan panggilan Lord.

Julukan tersebut kemudian dipadukan dengan nama keluarga Stow, sehingga lahirlah nama Lord Stow's Bakery yang dikenal hingga sekarang.

Meski berkembang menjadi merek terkenal, keluarga Stow tetap mempertahankan prinsip awal untuk menjaga kualitas melalui pembuatan pastri secara manual.

Ia berharap Lord Stow's Bakery dapat mempertahankan tradisi tersebut hingga puluhan tahun mendatang bersama generasi berikutnya.

Audrey mengklaim, pastri Lord Stow's tidak menggunakan lemak babi dalam proses pembuatannya, sehingga menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang mencari produk dengan bahan lebih sesuai preferensi mereka.

Perbedaan juga terlihat pada bagian isian egg tart Lord Stow's yang menggunakan krim, bukan campuran susu dan tepung, sehingga menghasilkan karakter rasa yang lebih kaya.

Perpaduan antara lapisan pastri yang renyah dengan isian lembut menciptakan keseimbangan tekstur, dengan cita rasa telur yang kuat serta sensasi krim yang terasa saat dinikmati.

Tekstur egg tart Lord Stow's memiliki ciri khas tersendiri, yakni lembut dan sedikit kenyal, berbeda dengan beberapa jenis egg tart lain yang cenderung lebih mudah meleleh.

Selain itu, ciri lain terlihat pada bagian permukaan egg tart yang berwarna kecokelatan hingga kehitaman akibat proses karamelisasi gula saat dipanggang menggunakan suhu tinggi.

"Pastri kami sebenarnya tidak menggunakan lemak babi. Untuk isiannya, ayah saya menggunakan krim, alih-alih menggunakan susu dan alih-alih mencampurnya dengan tepung," kata Brand Owner Lord Stow's Bakery Audrey ditemui sore itu di Makau.

Dalam aktivitas sehari-hari, seluruh gerai Lord Stow mampu menjual rata-rata sekitar 30.000 egg tart setiap hari. Jumlah penjualan meningkat saat momen tertentu, seperti Tahun Baru Imlek, bisa menjual sekitar 47.000 egg tart dari seluruh gerai di Makau.

Bahan utama yang digunakan berasal dari berbagai pemasok, termasuk telur dari China serta susu dan krim dari Selandia Baru.

Meskipun bahan berasal dari beberapa negara, resep utama tetap dijaga agar tidak berubah selama bertahun-tahun.

Audrey menyebut cita rasa yang ingin diberikan adalah rasa seperti makanan rumahan yang dibuat dengan perhatian.