NADIKABAR.COM — Suasana sore menyelimuti Coloane Village, Makau, ketika langkah para pelancong berhenti di depan bangunan klasik tempat kisah egg tart terkenal bermula.
Di antara lorong kawasan tua tersebut, aroma pastri dari dapur Lord Stow's Bakery membawa pengunjung mendekati salah satu ikon kuliner yang telah melekat dengan citra Makau.
Bangunan dua lantai bercat krem itu berdiri sederhana, tapi menyimpan perjalanan panjang sebuah kuliner yang mempertemukan sejarah, budaya, dan tradisi khas Makau. Dari tempat inilah egg tart Lord Stow's berkembang menjadi sajian populer yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.
Di balik etalase toko, pengunjung yang merupakan peserta trip AirAsia bersama Macao Government Tourism Office (MGTO) melihat langsung proses pembuatan egg tart, mulai dari persiapan adonan hingga tahap pemanggangan yang menghasilkan lapisan kulit renyah dengan isian lembut.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana setiap sajian dibuat dengan menjaga cita rasa yang menjadi ciri khas Lord Stow's Bakery.
Di sisi lain, papan reklame bercahaya menampilkan gambar tiga egg tart, menjadi petunjuk bahwa pengunjung telah tiba di Lord Stow's Bakery yang legendaris.
Toko roti tersebut dikenal sebagai tempat lahirnya Portuguese egg tart versi Makau yang berkembang menjadi salah satu kuliner populer bagi wisatawan.
Jendela besar berbingkai hijau pada bangunan sekitar menghadirkan nuansa pemukiman pesisir yang sederhana, tetapi tetap memiliki daya tarik sejarah.
Aroma panggangan dari dalam toko perlahan keluar, menyatu dengan suasana jalan kecil yang menghadirkan pengalaman perjalanan penuh kenangan.
ANTARA yang menjadi bagian dari rombongan lalu menuju ruangan toko yang tertata rapi dengan etalase kaca berisi berbagai pilihan pastri.
Di bagian tengah toko, meja kasir menjadi pusat pelayanan, tempat karyawan melayani antrean pembeli dengan cepat dan teratur setiap hari.
Pandangan tertuju ke area produksi, tempat oven besar bekerja menghasilkan egg tart segar yang dibuat sepanjang hari.
Di dapur terbuka, seorang pembuat pastri terlihat fokus menyiapkan adonan menggunakan perlengkapan kerja lengkap sesuai standar kebersihan. Tangannya menyusun adonan egg tart mentah di atas loyang sebelum dimasukkan ke dalam oven pemanggang berukuran besar.
Rak berisi egg tart matang dengan permukaan kecokelatan memperlihatkan proses akhir sebelum pastri tersebut disajikan kepada pelanggan.
Audrey Margaret Stow, putri pendiri Andrew Stow, menyambut pengunjung yang ingin mengetahui perjalanan toko roti keluarganya di Makau.
Ia menjelaskan Lord Stow's Bakery memiliki beberapa gerai, termasuk toko asli Coloane yang menjadi tujuan utama wisatawan. Selain toko pertama, mereka memiliki kafe, gerai, serta lokasi lainnya di kawasan Taipa dan Cotai.
Gerai terbaru di Londoner menghadirkan konsep toko roti sekaligus kafe dengan dapur terbuka yang memperlihatkan proses pembuatan pastri.
Menurut Audrey, banyak wisatawan yang datang pertama kali ke Makau memilih Coloane untuk mengenal sejarah awal Lord Stow's Bakery.
Kisah tersebut bermula dari Andrew Stow, seorang warga Inggris dengan latar belakang pendidikan farmasi sebelum menetap di Makau.
Andrew datang ke Makau pada 1979 setelah mendapatkan pekerjaan, kemudian bertemu dengan perempuan yang menjadi istrinya.
Sebelum membuka toko roti, Andrew dan istrinya menjalankan usaha bernama Tropical Health Foods yang menjual produk kesehatan kepada masyarakat lokal.