Baginya, Makau merupakan rumah yang ingin diperkenalkan kepada wisatawan melalui pengalaman sederhana menikmati egg tart.

Lord Stow's Bakery kini memiliki sekitar 200 pekerja yang mendukung operasional toko, produksi, logistik, hingga administrasi.

Di antara bangunan lama Coloane Village, Lord Stow's Bakery menghadirkan cerita tentang keluarga, usaha, dan warisan rasa. Setiap egg tart yang disajikan membawa jejak perjalanan Andrew Stow sejak pertama kali menciptakan resepnya.

Kini, pengunjung dari berbagai negara datang untuk menikmati pastri tersebut sekaligus melihat tempat awal sejarahnya dimulai. Coloane Village menjadi saksi bagaimana sebuah resep sederhana mampu bertahan melalui waktu dan perubahan zaman.

Di balik antrean pelanggan, terdapat kisah panjang tentang konsistensi menjaga rasa yang telah diwariskan selama puluhan tahun.

Pramuwisata Murni Denize menyatakan kunjungan ke toko tersebut biasanya dilakukan berdasarkan permintaan tamu atau jadwal perjalanan yang telah disusun oleh agen perjalanan.

Menurutnya daya tarik utama Lord Stow's Bakery terletak pada egg tart khas Makau yang memiliki cita rasa berbeda dibandingkan produk serupa yang pernah dicoba wisatawan.

Banyak tamu yang ia dampingi menyukai sajian tersebut karena rasanya dinilai tidak terlalu manis, sehingga lebih mudah diterima oleh lidah wisatawan Indonesia.

Wisatawan dari Indonesia dan Malaysia, kata Murni, termasuk yang cukup sering mengunjungi Lord Stow's Bakery saat berada di Makau.

Bagi sebagian pelancong, tempat tersebut bukan hanya menjadi lokasi membeli oleh-oleh, tetapi juga kesempatan mengenal salah satu ikon kuliner yang melekat dengan perjalanan wisata di kota itu.

Untuk wisatawan Muslim, Murni menjelaskan informasi mengenai bahan dan proses pembuatan egg tart berdasarkan penjelasan langsung dari pemilik Lord Stow's Bakery, Audrey Stow.

Produk tersebut menggunakan bahan seperti krim, mentega, tepung, gula, dan susu, serta tidak menggunakan lemak babi dalam pembuatannya.

"Proses dan bahannya seperti yang dijelaskan oleh pemiliknya, Audrey Stow, mereka menggunakan cream, butter, terigu, gula dan susu. Tidak menggunakan lard (minyak babi), jadi bisa dibilang halal walau tidak bersertifikat halal," ucap Murni.

​​​​​​​AirAsia bersama Macao Government Tourism Office (MGTO) membawa sejumlah jurnalis Indonesia dan Malaysia mengikuti Muslim Media Trip ke Macao.

Para jurnalis dibawa untuk mengenal lebih dekat berbagai sisi kota, mulai dari warisan sejarah, kekayaan budaya, atraksi kelas dunia, hingga pengalaman kuliner yang ramah bagi wisatawan Muslim, termasuk mengenal Lord Stow's Bakery sebagai salah satu destinasi kuliner ikonik di Makau.

"Tujuan utama program media trip ini adalah untuk memperkenalkan Makau sebagai destinasi liburan yang menarik bagi wisatawan regional, khususnya dari Indonesia dan Malaysia," kata Corporate Communication AirAsia Ahmad Hafiy Bin Ahmad Fezul di Makau.

Melalui kolaborasi itu, AirAsia ingin memberikan kesempatan kepada media untuk merasakan langsung pengalaman berwisata di Makau dan membagikan perspektif mereka kepada pembaca serta audiens masing-masing.

Pada saat yang sama, AirAsia ingin menunjukkan perannya sebagai penghubung yang memudahkan wisatawan untuk menjelajahi Makau.

Dengan konektivitas penerbangan melalui Kuala Lumpur, perjalanan ke Makau dapat direncanakan dengan lebih mudah dan nyaman, menjadikannya pilihan yang menarik untuk liburan berikutnya.

Lord Stow's Bakery adalah jejak kuliner oleh-oleh di Makau yang bertahan lintas generasi dengan cita rasa khas dan cerita yang kuat. Namun, setiap wisatawan dapat menikmati pengalaman tersebut dengan memahami bahan serta proses pembuatannya sesuai kebutuhan masing-masing.