NADIKABAR.COM — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi pelajaran penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi gangguan atau darurat transportasi.

Menurut Dudy, pengalaman menghadapi gangguan transportasi terutama di sektor penerbangan akibat erupsi gunung tersebut menunjukkan sistem transportasi nasional harus memiliki kesiapan menghadapi keadaan darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dari semua pihak dalam mengatasi dampak dari letusan Gunung Anak Krakatau dan ini menjadi pelajaran buat kita," kata Menhub terkonfirmasi di Jakarta, Jumat (9/10).

Ia mengatakan koordinasi cepat antarpemangku kepentingan memungkinkan berbagai keputusan operasional segera diambil sehingga keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi luar biasa tersebut.

Dudy menjelaskan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta kala itu sempat dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan operasional penerbangan tidak membahayakan penumpang maupun awak pesawat ketika kondisi belum dinyatakan aman.

Ia menyebut sekitar 300 ribu penumpang terdampak selama beberapa hari, termasuk sekitar 30 ribu penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang memerlukan penanganan layanan secara terpadu.

Dudy menyampaikan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menangani dampak gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional.