Ia menyebut pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, maskapai seperti Citilink, Garuda Indonesia, Lion Group, serta operator lainnya berkoordinasi menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dudy mengatakan banyak penumpang sempat tertahan di bandara akibat gangguan operasional, namun penanganan bersama seluruh pihak berjalan baik sehingga kebutuhan layanan penumpang tetap terpenuhi.

Menurut dia, berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan, kondisi tersebut dapat diatasi tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hingga Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka.

Menurut dia, seluruh pemangku kepentingan mampu menjalankan protokol keselamatan dan pelayanan secara bersamaan sehingga kebutuhan penumpang tetap dapat dipenuhi selama gangguan operasional berlangsung.

Dudy menilai pengalaman tersebut membuktikan pentingnya prosedur tanggap darurat yang jelas agar setiap pihak memahami peran masing-masing ketika menghadapi gangguan besar terhadap layanan transportasi.

Ia mengatakan sinergi antara regulator, pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, dan maskapai menjadi faktor utama yang mendukung penanganan situasi berjalan secara efektif dan terkendali.

"Kita bisa mengatasi sesuatu yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya, dan alhamdulillah berkat kerjasama yang sangat baik dari semua pihak sekian puluh ribu penumpang bisa teratasi dengan baik. Kemudian juga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sampai dengan kita membuka kembali bandara Soekarno-Hatta," ucapnya.