Menurut Dudy, pembelajaran dari peristiwa tersebut akan menjadi bekal untuk menyempurnakan kesiapsiagaan serta meningkatkan kemampuan menghadapi gangguan transportasi akibat bencana maupun keadaan darurat lainnya.

Ia berharap pengalaman menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau memperkuat ketahanan sektor transportasi nasional sehingga mampu menjaga keselamatan dan pelayanan publik pada setiap kondisi darurat yang terjadi.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Achmad Setiyo Prabowo mengatakan penanganan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5-8 September 2026 menjadi perhatian karena berdampak pada banyak bandar udara sempat ditutup sementara.

Ia menegaskan kolaborasi regulator, operator bandar udara, maskapai dan pemangku kepentingan lainnya dinilai berperan penting dalam menjaga layanan penerbangan tetap terkendali ketika menghadapi situasi darurat akibat abu vulkanik maupun gangguan bencana lainnya.

"Bayangkan kalau di kondisi seperti ini kami regulator hanya bekerja sendiri, oh sudah ampun. Mungkin masyarakat sudah banyak komplain, ngeluh, dan lain sebagainya," katanya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10).

Adapun bandar udara yang sempar ditutup yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Selanjutnya Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.