"Ini sekaligus menunjukkan keterbukaan Bapak Presiden menerima masukan, evaluasi, bahkan kritik dari para ilmuwan ya, dan oleh karena itu, tadi salah satu poin pentingnya tadi adalah berdirinya Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional atau BPGMN ini," ujar Raja Juli.
Dalam jumpa pers yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjelaskan BRIN nantinya diminta membantu kerja-kerja Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, salah satunya terkait dengan deteksi dini titik panas (hotspot).
"Sekarang ini kita akan terus perbarui dengan AI (kecerdasan buatan, red.) yang semakin canggih untuk bisa mengantisipasi kebakaran hutan lebih dini lagi," kata Kepala BRIN.
Arif Satria kemudian menceritakan beberapa usulan yang disampaikan para ahli kepada Presiden untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut dan restorasi lahan-lahan gambut, di antaranya dengan teknologi water injection, pembangunan pompa air yang dikelola oleh desa, dan bahan-bahan alternatif untuk pemadaman api.