"Ada juga dibicarakan tentang solusi ekonomi. Jadi, solusi ekonomi berkaitan, karena 41 juta masyarakat hidup di sekitar kawasan hidrologi gambut sehingga kita juga perlu memikirkan mata pencaharian jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tadi juga sudah dibicarakan bagaimana sagu sebagai alternatif untuk jangka panjang," ujar Arif Satria.

Selain sagu, Arif Satria juga menyebut ada komoditas kopi dan tanaman hortikultura lainnya.

"Jadi, mata pencaharian dari masyarakat di sekitar hutan (gambut, red.) menjadi concern dari Bapak Presiden agar tetap dicarikan solusi ekonominya dengan berbagai teknologi yang ada," kata Kepala BRIN.

Presiden Prabowo mengumpulkan jajaran menterinya serta 20 lebih ilmuwan dan peneliti yang fokus pada gambut serta penanggulangan karhutla untuk berdiskusi di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis. Pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih 4 jam.