Langkah tersebut dilakukan karena jarak pandang buruk terjadi di sejumlah bandara utama di Kalimantan Tengah untuk penerbangan helikopter water bombing.
Lebih lanjut, Menhut mengungkapkan operasi water bombing sempat menghadapi kendala ketersediaan avtur di Kuala Pembuang.
Menhut mengatakan pemerintah langsung mencari solusi agar kebutuhan bahan bakar bagi operasi udara tersebut dapat dipenuhi.
Selain water bombing, Menhut Raja Antoni mengatakan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memaksimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, dan berhasil mendatangkan hujan terjadi di sejumlah wilayah tersebut.