“OMC akan terus dilakukan dengan memantau potensi awan hujan yang dapat disemai. Operasi ini menjadi salah satu bagian dari upaya udara pemerintah, yang berjalan bersama pengerahan personel dan peralatan pemadaman di darat untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nur Setiawan mengatakan pihaknya telah memperkirakan potensi hujan yang cukup tinggi di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah pada 15–16 Oktober 2026.

Pemantauan cuaca dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam memanfaatkan potensi hujan di tengah kondisi kebakaran yang masih menjadi perhatian.

Dalam konfirmasi selama dua hari, BMKG mencatat hujan cukup deras turun di sejumlah wilayah, antara lain Katingan Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kasongan. Sementara itu, Pangkalan Bun juga mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.