NADIKABAR.COM — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan tiga operasi udara dilakukan untuk memaksimalkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
“Jadi tiga (operasi) udara kita kerjakan, dan kita akan terus sekali lagi tidak akan lepas tangan, tapi memaksimumkan potensi kita untuk menjaga masyarakat kita dari api,” kata Menhut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta pada sabtu.
Menurut Menteri, operasi udara water bombing di Kalimantan Tengah telah dilakukan sebanyak 16 kali untuk membantu penanganan karhutla, khususnya di kawasan Tanjung Puting.
Dia menjelaskan pengerahan penerbangan water bombing dilakukan setelah helikopter yang sebelumnya berada di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, berpindah menuju Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Langkah tersebut dilakukan karena jarak pandang buruk terjadi di sejumlah bandara utama di Kalimantan Tengah untuk penerbangan helikopter water bombing.
Lebih lanjut, Menhut mengungkapkan operasi water bombing sempat menghadapi kendala ketersediaan avtur di Kuala Pembuang.
Menhut mengatakan pemerintah langsung mencari solusi agar kebutuhan bahan bakar bagi operasi udara tersebut dapat dipenuhi.
Selain water bombing, Menhut Raja Antoni mengatakan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memaksimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, dan berhasil mendatangkan hujan terjadi di sejumlah wilayah tersebut.
“OMC akan terus dilakukan dengan memantau potensi awan hujan yang dapat disemai. Operasi ini menjadi salah satu bagian dari upaya udara pemerintah, yang berjalan bersama pengerahan personel dan peralatan pemadaman di darat untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nur Setiawan mengatakan pihaknya telah memperkirakan potensi hujan yang cukup tinggi di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah pada 15–16 Oktober 2026.
Pemantauan cuaca dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam memanfaatkan potensi hujan di tengah kondisi kebakaran yang masih menjadi perhatian.
Dalam konfirmasi selama dua hari, BMKG mencatat hujan cukup deras turun di sejumlah wilayah, antara lain Katingan Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kasongan. Sementara itu, Pangkalan Bun juga mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.