Ia mengatakan bahwa Bujang Raba tak hanya menjadi contoh aktifnya keterlibatan masyarakat di sektor perdagangan karbon kehutanan, tapi juga contoh keberhasilan masyarakat dalam menjaga hutan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Menhut, kesadaran dan kesepakatan masyarakat untuk menjaga kawasan menjadi salah satu kunci hutan tetap terjaga.

“Jadi, di tengah kelelahan kita untuk menjaga hutan dari karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, ada semacam oase di Jambi,” ujar dia.

Menhut Raja Antoni mengatakan Bujang Raba dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla.

Selain itu, ia juga menyebut adanya rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berbasis di desa, dengan masyarakat peduli api sebagai bagian penting dalam menjaga hutan.