Setelah puluhan tahun mengandalkan tambak-tambak tradisional sebagai sumber penghidupan, masyarakat pesisir Rote Ndao kini dihadapkan pada peluang untuk membawa potensi garam daerah itu berkembang ke skala industri yang lebih besar.
Peluang tersebut mengemuka setelah pemerintah menempatkan Rote Ndao sebagai lokasi pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).
K-SIGN dirancang sebagai salah satu pusat produksi garam nasional untuk meningkatkan pasokan domestik sekaligus mengurangi kebergantungan terhadap impor.
Pemilihan Rote Ndao sebagai lokasi pembangunan bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memenuhi kriteria pembangunan kawasan industri garam karena memiliki bentang lahan yang sesuai, musim kemarau yang panjang, kesesuaian tekstur tanah, dan data intensitas panas yang mendukung metode produksi melalui penguapan air laut atau evaporasi terbuka.
Dengan kondisi tersebut, Rote dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan produksi garam dalam skala besar.