NADIKABAR.COM — “Kekuasaan tumbuh di antara manusia ketika mereka bertindak bersama, dan lenyap saat mereka tercerai-berai.”— Hannah Arendt (1906–1975), filsuf politik kelahiran Jerman, profesor di The New School, New York, Amerika Serikat

Perpecahan bangsa tidak selalu dimulai dengan bentrokan antarsuku atau pertikaian agama. Ia bisa bermula ketika fakta kehilangan tempat, kebohongan memperoleh panggung, dan kebencian dipelihara untuk merebut kekuasaan.

Masyarakat akhirnya tidak sekadar berbeda pendapat. Mereka kehilangan kesediaan untuk mempercayai sesama, bahkan menolak segala sesuatu yang dilakukan pemerintah sebelum memeriksa manfaatnya.

Karena itu, peringatan Presiden Prabowo Subianto di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jumat, 30 Oktober 2026, patut ditanggapi serius. Presiden mengingatkan adanya kelompok yang menghendaki negara berdasarkan agama, suku, atau ras.