NADIKABAR.COM β Aroma cairan lilin malam yang dididihkan berpadu lembut dan hangat dengan wangi kain katun segar, menyambut siapa pun yang memasuki fasilitas milik Pemprov Jabar di perbatasan Bandung dan Cimahi.
βAroma semerbak tersebut berasal dari salah satu sudut ruangan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Dinas Sosial Jawa Barat. Di tempat inilah lembaran kain putih polos tengah disulap menjadi karya seni.
βDi atas bentangan kain putih tersebut, sepasang jemari tampak menggoreskan canting secara perlahan. Guratan cairan lilin membentuk pola-pola indah aneka biota laut yang dikerjakan oleh para perajin dengan penuh ketekunan.
βDi balik keindahan estetik tersebut, tak ada perajin profesional berlatar belakang pendidikan seni. Seluruh karya ini lahir dari tangan-tangan "perajin spesial", para penyandang disabilitas warga binaan sosial yang tengah meniti jalan menuju kemandirian ekonomi.
βDi tempat inilah Batik Ge Hade (Griya Harapan Difabel) dilahirkan. Sebuah produk fesyen dan wastra bernilai ekonomis tinggi yang tak sekadar membalut tubuh pemakainya, melainkan juga menepis stigma keterbatasan fisik menjadi sebuah narasi keberdayaan.