Peningkatan rasa percaya diri juga dirasakan oleh Anggi. Ia mengalami keterbatasan fisik pada 2014 saat duduk di bangku kelas 3 SMA, ketika sepeda motor yang ditumpanginya mengalami kecelakaan terlindas truk. Kejadian itu meninggalkan luka fisik yang berat sekaligus luka batin yang dalam.
Selama bertahun-tahun, Anggi bergelut dengan rasa putus asa. Ia bahkan sempat berada di titik paling gelap dalam hidupnya hingga muncul pikiran untuk mengakhiri hidup.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia menemukan kekuatan dari dukungan orang-orang di sekitar serta keyakinannya kepada Tuhan, hingga akhirnya memutuskan melanjutkan hidup dan bergabung dengan program pelatihan PPSGHD.
"Saya sempat berada di titik paling gelap. Tapi, berkat dukungan keluarga dan orang-orang sekitar, saya bisa bangkit. Saya akhirnya ke sini dan mendapatkan kembali kepercayaan diri yang sempat hilang," ungkapnya.