NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membidik penerimaan negara bukan pajak (PNBP) subsektor mineral dan batu bara (minerba) bisa mencapai Rp165 triliun pada akhir tahun 2026.

“Kami targetkan nanti di akhir 2026, itu (PNBP) bisa mencapai Rp160 triliun–165 triliun,” ujar Bahlil dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Senin.

Bahlil menyampaikan PNBP subsektor minerba per 31 Oktober 2026 sudah mencapai Rp141,94 triliun atau 106 persen dari target. Adapun target yang ditetapkan untuk PNBP Minerba sebesar Rp134,05 triliun.

Realisasi tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan PNBP subsektor minerba sepanjang tahun 2025 yang berada di angka Rp135,16 triliun.

“Ini artinya terjadi peningkatan yang sangat signifikan,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, capaian tersebut disebabkan oleh kontribusi aktif para pelaku usaha di sektor pertambangan. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasinya kepada para pengusaha di sektor pertambangan.

“Kalian semua adalah patriotik yang memberikan sumbangan pendapatan kepada negara,” ucap Bahlil.

Meskipun demikian, Bahlil mengingatkan kepada para pelaku sektor pertambangan untuk menerapkan tata kelola yang baik dan benar, seperti melakukan program reklamasi lahan.

Melalui paparan Bahlil, per September 2026, reklamasi telah dilakukan terhadap 6.480 ha lahan dari target reklamasi seluas 10.100 ha. Dengan demikian, realisasi reklamasi telah mencapai 64 persen per September.

Lebih lanjut, Bahlil juga berharap agar para pelaku sektor pertambangan dapat mengelola sumber daya alam Indonesia dengan bijak.

“Jangan kita mengelolanya seperti orang yang kelaparan,” ucap Bahlil.